Rabu, 29 Desember 2010

Ketika Tangan Dan Kaki Berkata

Bismillah...

Judul tulisan diatas saya kutip dari sebuah judul lagu religi yang pernah dibawakan oleh penyanyi legendaris bernama Chrisye. Ia memiliki nama lengkap Chrismansyah Rahadi. Ia lahir pada tanggal 16 September 1949 dan berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 30 Maret 2007.

Awalnya Chrisye dibesarkan dari keluarga Nasrani. Suatu ketika ia bertemu seorang gadis yang berhasil memikat hatinya. Gadis itu bernama GP Damayanti Noor. Ketika menjalani hubungan dengan Noor, Chrisye hanya menemukan satu halangan, yaitu agama. Meski sejak lama Chrisye mengaku mengalami krisis keimanan, dan pada akhirnya memilih Islam sebagai penerangnya, Chrisye tak punya keberanian untuk jujur pada ayahnya. Namun ayah Chrisye dengan bijak menyikapi pilihan hidup dalam mengambil keputusan besar bagi kehidupan putranya.

Pada tahun 1982, Chrisye menjadi Muallaf, ia menikah dengan Noor dan dikaruniai empat anak: Rizkia Nurannisa (1983), Risti Nurraisa (1986), dan putra kembar: Rainda Prashatya & Randa Pramasya (1989).

Suatu kali Chrisye ingin merilis album religi, maka ia meminta salah seorang Sastrawan terkemuka angkatan '66 yakni Taufiq Ismail. Pak Taufik pun menyanggupi permintaannya dan berjanji menyelesaikan lirik/syair lagu tersebut dalam waktu satu minggu. Setelah 4 hari berlalu, Pak Taufiq masih belum mendapatkan inspirasi untuk membuat lirik/syair tersebut. Pada saat Pak Taufiq membaca Al-Qur'an tepatnya surat Yasin, beliau mulai menemui inspirasi dalam pembuatan lirik lagu tersebut. Maka lahirlah sebuah karya, dengan ukiran kata-kata penuh makna, a.l :

KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita Tentang apa yang di lakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja ia melangkahnya
Tidak tau kita
Bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana...
Tangan Kami
Kaki Kami
Mulut Kami
Mata Hati Kami

Luruskan Lah...
Kukuhkan Lah...
Di jalan Cahaya
Sempurna...

Mohon karunia
Kepada kami
Hambamu yang hina...

Karangan: Taufiq Ismail

Setelah karya tersebut diselesaikan, maka Pak Taufiq memberikan karya tersebut kepada Chrisye. Lalu Chrisye mulai mengaransemen musiknya demi melengkapi kemerduan lirik/syair tersebut. Setelah selesai, Chrisye pun memulai latihan. Namun setiap kali ia menyanyikan lirik lagu tersebut air matanya menetes tiada henti. Menurut keterangan istrinya, ini pertama kalinya Chrisye mengalami hal demikian. Bahkan pada saat rekaman di Studio pun, Chrisye harus mengulangi rekaman sampai tiga kali karena tak bisa membendung air mata akibat getaran keimanan yang dirasakannya. Pada rekaman ketiga barulah lagu itu dapat diselesaikan. Chrisye pun mengakui ini pertama kalinya ia menyanyi dengan suara yang bergetar karena penghayatan terhadap lagu yang dinyanyikannya.

Saya merasa penasaran pada ayat keberapakah dari Surat Yasin yang membuat Pak Taufiq Ismail terinspirasi menciptakan lirik/syair lagu tersebut? Setelah saya membaca terjemahan Surat Yasin (36) dalam Al-Qur'an, ternyata saya menemuinya pada ayat: 65-67 dan dilengkapi dengan ayat 68-70. Kita simak yuk terjemahannya:

65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
66. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
67. Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.

Dilengkapi dengan ayat 68-70, a.l :

68. Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya)*. Maka mengapa mereka tidak mengerti?
69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas,
70. Agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.

Keterangan :

* Kembali menjadi lemah dan kurang akal, seperti anak kecil.

Saya menemukan kisah ini pada saat membaca majalah Sabili beberapa tahun silam disebuah toko buku Al-Fitrah, Padang { Free Reading, xixi... :) }. Dan berusaha mengabadikanya kembali kedalam tulisan ini dari memori yang masih terpatri kuat dalam software ingatan. Setelah mengetahui kisah ini, saya pun mulai mendengarkan dan memaknai lagu yang berjudul "Ketika Tangan Dan Kaki Berkata" ini dengan cara dan penghayatan yang berbeda... :)

So... Get The Inspiration From Al-Qur'an :)

*****

Selamat jalan Chrisye...
Semoga Amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT, Aamiiin.


Bukittinggi, Terbitan awal di catatan fb tanggal 25/12/2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar