Tampilkan postingan dengan label Wisdom Of The Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisdom Of The Day. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2011

Open Your Heart

Bismillah...

Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanda diundang. Kita pun tidak bisa memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.

Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta. Bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah kita dibuatnya. Cinta adalah untuk dirasakan, bukan untuk dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan datang pada saat yang tepat dan indah pada waktunya. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.

Sebarkanlah kasih sayang pada keluarga, sahabat-sahabat kita dan sesama. Dengan memberikan kasih sayang, maka kita telah 'mengundang' cinta untuk datang. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta yang terbang disekeliling kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam di hati kita selamanya.

Open Your Heart, then it will find its own way...

From : My e-book

*****

Pagi yang indah,
Matahari bersinar cerah,
Burung-burung melantunkan alunan merdu membahana diangkasa,
Tetumbuhan dibasahi oleh embun yang menyejukkan dedaunan.

Subhanallah... Syukur ku pada Mu Sang Penguasa Alam atas Nikmat berpagi hari yang Engkau berikan kepada kami... :)

Alhamdulillah...
All Praises To Allah...


Bukittinggi, 2 Juni 2011. (Special for My Sweetheart & My Big Family, £0\/3 U bcs Allah SWT)

Senin, 21 Maret 2011

Tugas Kita Adalah Berikhtiar

Bismillah...

Ketika orang lain berbicara sejuta bahasa, tetaplah anda bekerja. Cangkullah sawah itu dan taburi dengan benih. Ketika orang lain berdiam tak tahu harus berkata apa, teruskan kerja anda. Ketika orang lain saling tuding, bekerjalah dalam istirahat anda. Senandungkan seranai pengundang angin dan gerimis. Ketika orang lain terlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja anda. Bekerjalah dengan do'a dan harapan; "Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta". Maka, ketika orang lain tergugah dari peraduannya, ajaklah mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak. Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati. Terus dan tetaplah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kita kerjakan.

Apa pun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti sedetik pun dari kerja; mengipasi tungku pembakaran raksasanya; menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka, tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini, selain bekerja, mengubah energi hangat mentari menjadi kebaikan semesta.

WISDOM OF THE DAY

Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. 
Dia lah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi
 dan kau petik buahnya penuh rasa terimakasih. 
Kau menghampirinya dikala hati gersang, 
dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian. 
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. 
(Kahlil Gibran)


Sumber: My E-book

*****

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH


Bukittinggi, 21 Maret 2011.

Sabtu, 19 Maret 2011

Hadiah Itu Bernama Waktu

Bismillah...

Bayangkan ada sebuah Bank yang memberi anda pinjaman sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, Bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki Bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam hari ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghapuskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesaan anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

* Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

* Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

* Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

* Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

* Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

* Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru terhindar dari kecelakaan.

* Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

RENUNGAN

Hargailah setiap WAKTU yang anda miliki. 
Dan ingatlah WAKTU tidak menunggu siapa-siapa.

WISDOM OF THE DAY

Sahabat paling baik dari kebenaran adalah WAKTU,
Musuhnya yang paling besar adalah prasangka,
dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati.
(Celeb Charles Colton)


Sumber: My E-book

*****

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH...


Bukittinggi, 19 Maret 2011.

Selasa, 14 Desember 2010

Kaum Perempuan Perubah Peradaban

By : Neno Warisman


Bismillahirrahmaanirrahiim...

36 tahun sudah aku menjadi perempuan

Baik dulu, sebagai anak… perempuan,
Lalu menjadi seorang gadis… masih perempuan,
Lalu berani memutuskan menjadi istri… juga perempuan…

Hingga ku menjadi ibu saat ini aku masih tetap perempuan,
Dan akan selamanya jadi perempuan

36 tahun sudah aku menjadi perempuan

Selama masa hidup yang panjang itu
Lama baru kusadari betapa sulitnya ternyata menjadi anak perempuan dulu itu
Dan lebih sulit lagi menjadi istri yang telah kujalani sekian tahun ke sini
Dan yang tersulit dari itu... ketika lahir anak-anak... dan aku di panggil:
IBU!

Menjadi ibu dan dipanggil ibu
Sebab ada anak-anak yang lahir dan tumbuh besar semakin besar
Di kedua lingkar tangan dan mata ini;
Menjadi ibu dan dipanggil ibu
Lantaran terminal akhir dari perjalanan hidup dan kehidupan
Perempuan;
Menjadi ibu semesta alam karena itulah puncak karir kehidupan

Begitulah aku selalu diajarkan

Tapi oiii… alangkah sulitnya jadi kaum perempuan
Beban jadi orang perempuan ini beraneka ragam
Bukan hanya soal melahirkan, menjaga kesucian, atau harus ikut cari makan,
dan bahkan diserahi tanggung jawab pendidikan, tapi yang lebih lagi begini:
Para lelaki yang kami cintai
Sampai hari ini masih juga belum mengerti si tulang-rusuk ambilan ini
Membutuhkan kawan berbagi

Apa yang sudah diperjuangkan Ibu Kartini di negeri ini sering ditafsirkan
Seenaknya sendiri
Lebih dari 100 juta kita, kaum perempuan di negeri ini
Tidak benar-benar mengerti makna emansipasi
Dan mengapa kita perempuan yang musti mengubah peradaban ini?

Jika laki-laki memutuskan dengan akalnya,
Perempuanlah yang menggenapkan dengan hatinya
Jika laki-laki memandang dengan matanya, perempuanlah yang
Mengantarkannya pada jiwa
Bukankah keadilan Tuhan sesungguhnya telah nyata
Segala yang diciptakan saling berpasangan, saling melengkapkan, begitu seharusnya

Tak ada menang dan kalah dalam pengabdian ini,
Tak boleh menafsirkan harmonisasi jadi emansipasi,
Karena itulah izinkan aku berkata sejujurnya
Bahwa engkau, aku dan 100 juta lebih kaum perempuan di negeri ini
Bersama kaum lelaki kita akan mampu memimpin negeri ini
Kembali berdiri

Jika kita mensyukuri keelokan budayanya
Kaum lelaki adil membagi kekayaan alamnya
Jika kita menjaga keindahan tata kehidupannya,
Kaum lelaki mendahulukan akhlak bangsa
Hingga negeri ini bangkit kembali pun tanpa gerakan-gerakan kesetaraan
Segala macam sekalipun
Bisa hanya dengan sangat sederhana di rumah-rumah kita!
Dari diri kita, para ibu, para istri, perempuan dewasa, dan gadis remaja dan
Bahkan anak-anak perempuan kita

Kita mampu membawa obor perubahan dalam diri kita
Bawa masyarakat ini dari kegelapan menuju cahaya!
Cahaya peradaban baru!
Peradaban yang nyaman meski hidup dalam perbedaan,
Mulia dalam perilaku dalam tantangan,
Dan sejahtera luar dalam bagi penduduk darat dan lautan

Kini kukatakan padamu
Wahai kaumku, di tangan kitalah bola ditawarkan!
Bawa bangsa ini keluar dari kegelapan
Tegakkan bahumu, kuatkan kedua kaki, dalam keputusanmu,
Nasib bangsa ini dititipi, berdirilah engkau di rumah-rumahmu, dan biarkan
Hati nurani memimpinmu

Lihatlah semua kelalaian akan waktu
Tumpukan pekerjaan dan keluhan yang menghabiskan setiap detik hidupmu
Membuat anak-anak tak lurus menyebutkan nama Tuhanmu,
Tidakkah kita malu?

Dua buku warisan penyelamat hidup kau biarkan menjadi debu
Bagaimana anak-anak kita bisa mencintai Tuhannya, sedang kita sibuk
Luar biasa?


Bagaimana anak kita bisa mencintai Rasul-Nya, sedang kita sendiri juga
Belum mengenalnya?

Maka dengarkan suara yang terdalam dalam sujud tengah malam
Pandanglah dirimu dari pancaran air yang hina, kini berubah menjadi
Pengingkar yang nyata
Ketika nama Tuhan tak lagi menggetarkan jiwa...

Maka marilah, kau dan aku, selenggarakan lagi rumah tangga ini
Kau boleh bekerja, tapi jangan kau lupa para lelakimu, ajaklah duduk
Merendah
Istiqomah kembali pada aturan Allah,
Dan buatlah dirimu mengerti jika kita terbang terlalu tinggi, anak-anak
Hanya akan dididik televisi
Dan janganlah menyangka seolah sia-sia pelajaran sekolah jika kita tak
Keluar rumah
Minnadzulumati illa nuur, Minnadzulimati illa nuur, Minnadzulimati illa
nuur
Inilah yang mengilhami Kartini; berangkat hijrah dari kegelapan menuju
cahaya
Cahaya peradaban baru. Peradaban mengikuti aturan Tuhan yang satu.
Tidak dua, tidak tiga. Satu! AHAD! AHAD!
Dan suatu hari di masa depan nanti, aku rindu mendengar ini
Dari mulut-mulut dan hati para perempuan yang kucintai:

”Fabiayyi alaa irabbikumaa tukazzibaan!”

Alangkah banyak Nikmat-Nya yang tak dapat kita, kaum perempuan,
Dustakan!


VERSI PERTAMA 2000

*****

Saya mengutip tulisan ini dari sebuah buku karya Bunda Neno Warisman, yang berjudul "Izinkan Aku Bertutur", terbitan Syaamil.
Bunda Izinkan Aku men-share hasil buah fikir Bunda yang...Subhanallah,sangat menggugah jiwa. sebuah karya yang mengalir deras, desar, deras,...yang tercelupi oleh nilai-nilai Islami dan berasal dari hati nurani seorang perempuan cerdas (selalu mengambil hikmah dari setiap peristiwa-peristiwa yang menghampiri kehidupan seiring silih bergantinya zaman...)

Ya Allah,Izinkan suatu saat saya bertemu dengan seorang Bunda Neno Warisaman di Waktu yang tepat dan tempat yang tepat,agar kelak saya bisa mewariskan kebijaksanaannya, menelusuri keimanannya, meneladani kebaikannya, dan memberikan ispirasi tersendiri buat saya dan Anda untuk mempelajari kekreatifan dan keuletannya dalam menundukkan setiap kata-kata yang terlahir dari hati nurani yang kejernihannya yang dituntun oleh Al-Qur'an & Sunnah, Aamiiin Ya Rabbal'alamiin...:)



Bukittinggi, selasa...14/12/2010.