Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Seni Menata Hati Dalam Bergaul, Bagian I (KH. Abdullah Gymnastiar)

Bismillah...

  Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati penuh dengan keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan.

  Ada beberapa hal yang membuat pergaulan menjadi lebih memiliki makna... dalam menjalin relasi antar sesama, antara lain :

1. Aku Aman Bagimu

  Kita sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan akal budi, selayaknyalah memberikan manfaat kepada sesama, terlebih jika kita simak Rasulullah SAW bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)

Ada beberapa point yang harus diperhatikan dalam menjaga hubungan antar insan agar terbina dengan baik, yakni :

* Hindari penghinaan
  
  Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan kesal, kurang enak hati, bahkan dendam.

* Hindari ikut campur urusan pribadi
   
  Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan konflik.

* Hindari memotong pembicaraan

 Sungguh kurang mengenakkan bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yang arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang baik pada waktu yang tepat.

* Hindari membandingkan

  Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya kurang berharga.

* Jangan membela musuhnya dan mencela temannya

 Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencela temannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.

* Hindari merusak kebahagiaannya

 Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaannya. Misalnya ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tahu persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarkanlah dia berbahagia dengan oleh-oleh tersebut.

* Jangan mengungkit masa lalu

  Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib, atau kekurangan dimasa lampau. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin dirahasiakannya, termasuk diri kita, maka   jangan pernah berkeinginan untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama dengan menciptakan konflik.

* Jangan mengambil haknya

 Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan rasa tidak suka dan konflik yang tentu akan merusak hubungan. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.

* Hati-hati dengan kemarahan

  Bila anda marah, maka waspadalah karena kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata yang kurang ahsan/baik, melukai, dan tentu perbuatan ini akan memperkeruh hubungan baik di lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak perlu sungkan untuk meminta maaf andai kata yang terucap dirasakan berlebihan.

* Jangan menertawakannya
  
  Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangannya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa yang kurang mengena di hati.

2. Aku menyenangkan bagimu


* Wajah yang selalu cerah ceria

  Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah bersabda, janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksa memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta”. (Abu Dawud)

      * Senyum Tulus

  Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke lubuk hati siapapun, senyum adalah nikmat yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.


*  Kata-kata yang satun dan lembut

 Pilihlah kata-kata yang paling sopan dan disampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang degan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang  menyenangkan . hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.


Senang menyapa dan mengucapkan salam

 Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tangan teman kita (yang sejenis, perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki) penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah dilepaskan oleh orang lain, karena demikianlah yang dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian


Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan


 Rasulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.


Senangkan perasaannya
  
 Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah SWT sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do’akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah sungkan untuk berterimakasih.


Penampilan yang menyenangkan

 Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi, dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah SWT Maha Indah dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas yag sesuai syariat yang disukai Allah SWT.


Maafkan kesalahannya

  Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.

3. Aku bermanfaat bagimu
   
    Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan namun dari nilai manfaat yang ada dari diri kita, bukankah sebaik-baik di antara manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.


* Rajin bersilaturrahmi

  Silaturrahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalan.


Saling berkirim hadiah

 Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Allah Yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.


Tolong dengan apapun

 Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, waktu atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya.
Apabila tidak mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah SWT.


Sumbangan ilmu dan pengalaman
  
  Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.

  Insya Allah... jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus dan ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain semata karena Allah SWT. 



By : Abdullah Gymnastiar

*****

Ya Allah bimbinglah kami untuk meneladani Rasulullah SAW dalam rangka memperbaiki diri dan menyempurnakan Akhlak kami, disetiap helaan nafas kami untuk mengikuti Sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tuntunlah kami menuju Nur Hidayah-Mu, berikanlah kami perlindungan dimanapun kami berada karena hanya kepada Engkau lah tempat kami meminta pertolongan dan perlindungan dari Mu, Aamiiin... :) 

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH...


Bukittinggi, 08 Mei 2011 & 31 Mei 2011.

Kamis, 07 April 2011

Bagaimana Prinsip Rasulullah Dalam Menempuh Kehidupan?

Bismillah...

Ada beberapa prinsip Rasulullah dalam menempuh kehidupan :

1. Makrifat adalah modalku
2. Akal adalah asal mu'asal agamaku
3. Rasa cinta alasku
4. Rindu adalah kendaraanku
5. Dzikrullah adalah kesenanganku
6. Percaya diri adalah perbendaharaanku
7. Ilmu adalah senjataku
8. Sabar adalah pakaianku
9. Zuhud adalah pekerjaanku
10. Ridho adalah keuntunganku
11. Yakin adalah kekuatanku
12. Kejujuran adalah penolongku
13. Taat adalah kecintaanku
14. Taat adalah akhlakku
15. Dan kebahagiaanku adalah sholat

Hidup ini tidak saja memerlukan Ilmu, namun juga Seni dan Keterampilan. Seni mengejar cita-cita, seni mengejar dan mengatur dunia, juga seni menjadikan dunia sebagai jembatan sukses di akhirat. Ilmu memberi kita rambu-rambu, namun Seni dan Keterampilan memberikan keseimbangan, dengannya segala bentuk berlebih-lebihan dalam hal apapun tidak pernah melahirkan kebaikan. Kita memang harus dan harus sukses dunia dan akhirat. (Tarbawi)

Salamah Bin Dinar pernah berkata: "Lihatlah dunia ini apa yang baik bagi jiwa mu, maka ambillah meskipun orang disekitarmu menganggapnya kurang baik".

Beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu :

* Ibnu Mas'ud berkata : Orang yang berilmu mempunyai derajat sebanyak 700 derajat di atas derajat orang mukmin. Jarak antara satu derajat dengan derajat lainnya sejauh jarak perjalanan 500 tahun.

* Ibnu Mas'ud berkata : Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan melata akan memohonkan ampunan baginya, termasuk pula ikan paus di lautan. (Mukhtashar Minhajul Qashidin : 11)

* Abu Darda berkata : Orang yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu berserikat dalam kebaikan, selebihnya adalah manusia-manusia bodoh yang pada mereka tidak terdapat kebaikan.

* Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah dicegah dengan tangannya, jika tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya, dan jika tidak mampu juga maka cegahlah dengan hatinya, hal demikian itu menunjukkan iman yang paling lemah. (HR. Muslim)

Ya Allah...
Bimbing kami untuk menggapai Ridho-Mu...

Aamiiin Yaa Rabbal'alamiin...

*****

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH


Bukittinggi, 7 april 2011. (SCNG ~> Spd)

Minggu, 03 April 2011

Indah Pada Saat Yang Tepat

Bismillah...

Bila dirimu sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan. Namun, Allah lah yang menggerakkan. Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepadanya sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang kamu cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah? Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat, Allah SWT akan menjawabnya dengan lebih indah pada saat yang tepat...

Sahabat yang baik hatinya...
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati-hati ini agar tetap setia pada kebenaran dan kebaikan serta membimbing kita ke jalan yang di Ridhoi-Nya, Aamiiin Ya Rabbal'alamiin... :)

*****

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH


NB: Amazing, pada saat tulisan ini terbit, angka statistik pengunjung genap berjumlah 444/empat ratus empat puluh empat sejak pertama kali blog ini diterbitkan (Subhanallah...Nice Number)


Bukittinggi, 3 april 2011 (Spd~>m¤a¤b)

Jumat, 01 April 2011

Tanda-Tanda Orang Yang Berilmu

Bismillah...

Ada beberapa tanda-tanda orang yang berilmu menurut DR. Aidh Al-Qarni dalam bukunya yang berjudul "Rahasia sukses orang-orang besar", antara lain :

* Mengamalkan ilmunya, mendapatkan berkahnya ilmu, dan ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

* Bermanfaat bagi manusia lain, memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya, menyebarkan ilmunya dan tidak menyembunyikannya untuk dirinya sendiri.

* Sabar menghadapi cobaan, lapang dada saat dijauhi orang, dan rendah hati dalam segala keadaan.

* Zuhud terhadap dunia; senantiasa memohon kepada Allah agar dijauhkan dari hal-hal yang fana dan dikaruniai kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.

* Berakhlak mulia, berkepribadian agung, dan jauh dari cela.

* Memiliki semangat yang tinggi dalam menulis, mendidik generasi, dan melakukan perbaikan.

* Membuang jauh-jauh taklid, dan hanya bersandar pada Al-Qur'an dan As-Sunah.

* Memahami hakikat, mengenal tujuan-tujuan syariat, dan mengetahui rahasia-rahasia syariat.

* Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak dan berusaha keras mengungkap kebenaran.

* Menjauhi perkataan yang kurang layak untuk diperdengarkan dan tercela, serta meninggalkan hadits-hadits yang palsu.

* Memahami realitas dan perkembangan zaman, serta ikut serta berjuang di dalamnya.

Semoga Allah SWT berkenan membukakan tabir ilmu-Nya kepada kita, dan berusaha semaksimal mungkin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, Aamiiin.

*****

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH...


Bukittinggi, 1 april 2011.

Minggu, 20 Februari 2011

Hak Sesama Muslim

Bismillah...

Beberapa macam hak sesama muslim, antara lain :

* Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang muslim di dunia maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahan orang tersebut.

* Menyebarkan salam, "Assalamu'alaikum wr.wb" agar saling mencintai karena Allah SWT dengan salam.

* Menjenguk orang sakit.

* Menjawab dengan do'a jika seorang muslim bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", dijawab dengan "Yarhamukallah/Yarhamukillah", lalu disambut dengan jawaban "Yahdikumullah".

* Memenuhi undangan jika ia mengundangmu.

* Tidak menyebut aibnya dan menggibahnya (al fatul/bahasa lisan), untuk keterangan lebih lanjut silahkan buka dan baca Al-Qur'anul Karim yang terdapat dalam surat Al-Hujurat [49], ayat 11-12.

* Berbaik sangka kepadanya, keterangan lebih lanjut terdapat dalam QS. Al-Hujurat [49]: ayat 12.

* Menjaga rahasia sesama muslim

* Maafkan kesalahannya ~> Insya Allah akan memperoleh kemuliaan dari Allah SWT.

* Mendo'akan dari tempat jauh ~> Insya Allah, do'anya diijabah oleh Allah SWT.

Semoga tausiyah ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, Aamiiin... :)

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH...


Bukittinggi, 20/2/2011 (urutan tanggal yang unik)

Sabtu, 19 Februari 2011

Tausiyah Dari Dr. 'Aidh Al-Qarni

Bismillah...

"Kebahagiaan seorang mukmin adalah dengan cinta kepada Allah dan cinta karena Allah merupakan kebahagiaan yang mempunyai pengertian yang lebih dalam dari pada semua makna yang terdalam tiada yang dapat merasakan citranya, kecuali hanya orang mukmin yang benar, yaitu mereka yang tidak mau menerima ganti selain-Nya". (Dr. 'Aidh Al-Qarni)

Berkaitan dengan tausiyah di atas, Allah SWT berfirman :

"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Nabi Muhammad SAW), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Ali-Imran [3]: 31)


Message for someone :
Please don't call me for the rest time. Why don't you delay gratification for this time and wait until the right moment. I only need bleesing from Allah SWT. (Please accept my apologies for this statement...)

Ya Allah... Give me (us) power to do the great things in my (our) life...
Aamiiin Yaa Rabbal'alamiin...

Subhanallah...
All Praises To Allah...

Be Nature and Mature... :)


Bukittinggi, 19/2/2011.

Senin, 07 Februari 2011

Tausiyah Dari Seorang Teman

Bismillah...

Tausiyah dari seorang teman...

"Jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu saudaraku
Biarkan ujian itu membuat kita kuat
Biarkan derasnya terpaan itu membuat kita gesit berkelit
Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hati kita
Biarkan jiwa-jiwa sabar itu menjadi penyejuk bagi kita
Oleh karena itu biarkan Allah saja sebagai satu-satunya harapan..."

Subhanallah... Semoga tausiyah ini bisa menjadi penyejuk dikala kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk naik peringkat dari skala satu ke skala selanjutnya dengan menghadapi dan menyelesaikan ujian-ujian-Nya penuh dengan kesabaran, ketabahan dan kesyukuran, Aamiiin.

Allahu Akbar...

All Praises To Allah...

HAMASAH...



Bukittinggi, 7/2/2011.

Jumat, 04 Februari 2011

Tausiyah Dari Seorang Saudari Seiman & Seislam

Bismillah...

Baru-baru ini seorang saudari seiman dan seislam mengirimkan tausiyah melalui short message service yang berbunyi:

"Hidup manusia itu seperti sebuah buku, tiap lembarannya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita. Ada buku yang tebal, ada buku yang tipis. Ada yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali. Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai. Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru & tiada cacat. Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Allah SWT selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. Kita selalu diberi kesempatan yang baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap hari, memperbaiki kesalahan kita & melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya.
Selamat merenungi kisah hari ini...

Kemudian balasan short message service itu adalah:

Tuliskan rencana kita dengan sebuah pensil, namun berikan penghapusnya pada Allah SWT. Izinkan Dia menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikan dengan rencana-Nya yang indah dalam hidup kita...
Karena Allah SWT selalu tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta...

Subhanallah...
All Praises To Allah...

HAMASAH...

*****

Wisdom Of The Day from Dr. 'Aidh Al-Qarni

Wahai wanita muslimah yang benar (jujur), wahai wanita mukminah yang suka bertobat, jadilah Anda seperti pohon kurma, jauh dari keburukan, terhindar dari gangguan; bila dilempari dengan batu, ia menggugurkan buahnya; senantiasa hijau, baik pada musim panas maupun pada musim dingin; lagi banyak manfaatnya.

Jadilah Anda seorang wanita yang tinggi kedudukannya, jauh dari semua urusan yang rendah, dan terpelihara dari segala sesuatu yang memperdaya norma rasa malu. Bicara Anda adalah berdzikir; penalaran Anda adalah mengambil pelajaran; dan diam Anda adalah berpikir.
(Dr. 'Aidh Al-Qarni dalam karya tulis beliau yang berjudul "Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia"... Jadikanlah buku ini bagian dari koleksi pustaka pribadi Anda... Niscaya akan banyak hikmah yang bisa Anda petik dari buku yang satu ini. Trust It... :)


Bukittinggi, 4/2/2011.

Kamis, 13 Januari 2011

Wasiat Hasan Al-Bana

Bismillah...

Hasan Al-Bana adalah salah seorang pendiri gerakan Ikwanul Muslimin di Mesir. Hasan Al-Bana mendirikan gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1928 dengan sekelompok kecil orang yang ingin menyingkirkan kontrol Inggris atas Mesir dan membersihkan semua pengaruh Barat dinegerinya dengan alasan kolonialisme telah merampok Identitas Muslim bangsa mereka.

Gerakan Ikhwanul Muslimin terus diarahkan pada kemajuan sejarah - ide bahwa negara-negara Muslim harus mengejar ketertinggalan terhadap Barat, tetapi melakukannya tanpa kehilangan identitas Islamnya. Mereka mengajak umat Islam ke era keemasan di abad ke-7, dan mereka mendukung kembalinya Islam dalam kehidupan modern. (sumber: www.eramuslim.com)

Nah, itulah sekilas keterangan tentang Hasan Al-Bana dan gerakan Ikhwanul Muslimin yang melegenda dikalangan umat muslim hingga saat ini. Pemikiran-pemikiran Hasan Al-Bana yang cemerlang pun sampai saat ini masih diteladani dan diterapkan oleh banyak gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ada beberapa wasiat terkenal dari Hasan Al-Bana yang pernah beliau kemukakan bagi umat muslim sedunia sebelum beliau menghirup nafas terakhir dan berpisah dari permukaan bumi. Wasiat apa itu? Mari kita simak lekat-lekat wasiat yang pernah beliau utarakan bagi umat Islam sedunia... :)

WASIAT HASAN AL-BANA

Bacalah, renungkan, dan amalkan:

* Dalam kondisi bagaimanapun, segera dirikanlah shalat ketika mendengar adzan.

* Baca atau dengarlah Al-Qur'an dan ingatlah Allah.

* Jangan kau habiskan waktumu pada hal-hal yang tak berguna.

* Berusahalah untuk bisa berbicara dengan bahasa Arab secara fushhah (baik), sebab ia termasuk dari pembelajaran Islam.

* Jangan banyak berdebat dalam setiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan riya' itu tidak mendatangkan kebaikan sedikitpun.

* Jangan banyak tertawa, karena hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyu'.

* Jangan terlalu banyak bergurau, karena umat yang gigih berjuang tidak mengenal selain kesungguhan.

* Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain.

* Jauhi dari menggibah orang (bergosip) dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, dan jangan membicarakan selain kebaikan saja.

* Kenalkan dirimu kepada saudara-saudaramu seiman dan seperjuangan, walaupun engkau tidak diminta, sebab azas dakwah kita adalah mahabbah (kecintaan) dan saling mengenal.

* Ketahuilah, bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Dan jika engkau punya tugas, selesaikanlah segera!

Subhanallah... Inilah wasiat Hasan Al-Bana untuk generasi selanjutnya, maka kewajiban kitalah para generasi umat Islam berikutnya untuk mulai merenungi dan mengamalkan beberapa wasiat Hasan Al-Bana yang mengandung kebenaran dan kemaslahatan bagi Umat Islam di dunia.

*****

Ya Allah...
Terimalah amal ibadah beliau dan semangat perjuangan beliau dalam menegakkan syari'at-Mu semasa hidup beliau. Berikanlah beliau sebaik-baik tempat disisi-Mu, Aamiiin.

Ya Allah...
Bimbinglah kami umat Islam ini untuk selalu menggingat Mu dalam keadaan dan kondisi apa pun, baik sedih maupun bahagia. Ingatkan kami akan kelalaian yang telah kami lakukan selama ini dalam menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Satukan hati kami dalam ikatan Ukhuwah Islamiyah dan kokohkan kami dalam cinta-Mu yang tak bertepi, Aamiiin.


Bukittinggi, 13/1/2011.