Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Februari 2011

Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia

Bismillah...

Membaca Buku-buku hasil karya Dr. 'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni selalu saja memberikan oase tersendiri pada Ruhani. Karya-karya yang berasal dari para ulama dan orang-orang sholeh serta berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits memiliki kekuatan untuk mencerahkan para pembacanya dan menuntun perubahan paradigma mereka ke arah yang lebih baik untuk menuju pada keridhoan Allah SWT.

Dalam buku Dr. 'Aidh Bin 'Abdullah Al-Qarni berjudul "Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia", banyak ditemukan butiran-butiran hikmah yang terkandung di dalamnya berdasarkan kisah-kisah nyata dari para wanita muslimah baik yang hidup pada zaman dahulu yang memiliki keimanan yang telah teruji dalam pandangan Allah SWT dan diabadikan dalam Al-Qur'an dan Hadits maupun wanita zaman ini yang senantiasa menjaga kesholehannya dan senatiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

Ada satu ungkapan indah yang terdapat dalam buku ini dan memiliki kesan mendalam, yakni:

Wahai manusia yang Paling bahagia karena agama dan etika
Meskipun tanpa permata, kalung, dan emas yang menghiasinya

Melainkan berkat tasbih yang selalu dibacanya
Bagaikan berita gembira, bagaikan hujan, bagaikan fajar,
Bagaikan sinar dan bagaikan awan

Dalam sujud, dalam do'a, dalam sikap merasa dalam pengawasan Allah,
Dalam pemikiran yang bersumber dari cahaya ruh
Dan kitab-kitab yang juga dipesankan
oleh cahaya wahyu yang diturunkan di gua yang darinya Rasul
Tuhanmu dapat menguasai bangsa Romania dan bangsa Arab

Engkau adalah manusia yang paling bahagia di dunia berkat keyakinan yang ada
dalam kalbumu yang suci lagi penuh dengan ketaatan

Menurut Dr. 'Aidh Al-Qarni, sesungguhnya jalan kebahagiaan Anda tergantung pada kejernihan pengetahuan dan kebersihan pendidikan Anda.

Untuk itu, sudah seharusnya bagi tiap wanita yang berpendidikan membaca hasil karya tulis bermutu hasil peninggalan para pendahulu yang membawa pesan kebaikan dari kalangan para penulis berhati bersih, mempunyai perasaan hidup, dan membawa misi kesadaran bagi umat manusia.

Pada garis besarnya Dr. 'Aidh Al-Qarni berkata bahwa tiada yang lebih agung dan tiada yang lebih indah daripada kisah-kisah yang dituangkan oleh Allah dan kitab-Nya dan yang diutarakan oleh Rasul SAW dalam Sunnahnya serta sejarah agung dari orang-orang yang bertaqwa, seperti perjalanan hidup para khalifah, para ulama, dan orang-orang yang Shalih. Di dalamnya terkandung keberkatan dari Allah SWT yang berlimpah. Oleh karena itu, wahai wanita muslimah, Anda adalah orang yang bahagia berkat agama dan petunjuk yang telah Anda miliki, juga berkat aqidah dan peninggalan yang telah Anda punya.

Berbahagialah saudaraku para Muslimin dan Muslimah sedunia ikutilah seruan Allah SWT mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah... :)

Semoga kelak Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya dengan Rahmat Allah SWT, Aamiiin Yaa Rabbal'alamiin...

HAMASAH...


Bukittinggi, Kamis 2/2/2011.

Selasa, 01 Februari 2011

Dedikasi Seorang Antropolog Wanita Pada Suku Pedalaman

Bismillah...

Ia bernama Saur Malina Manurung, atau lebih dikenal dengan nama Butet Manurung. Kelahiran Jakarta, 21 Februari 1972. Butet Manurung menempuh kuliah di dua jurusan sekaligus, yaitu jurusan Antropologi FISIP UNPAD Bandung, lulus tahun 1998, dan jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia, juga di UNPAD dan lulus tahun 2002.

Butet Manurung adalah seorang Antropolog wanita yang memiliki jiwa petualangan dan menyukai tantangan. Ia memiliki hobi mendaki gunung, dari pendakian gunung Trikora di Pegunungan Jayawijaya, Wamena Irian Barat hingga pendakian gunung Himalaya, Nepal telah berhasil ditelusurinya. Ia pernah menjadi seorang peneliti dibeberapa lembaga. Telah banyak prestasi yang berhasil diperolehnya. Baik dari dalam maupun luar negeri.

Suatu kali ia berkesempatan untuk bekerja di WARSI (Warung Informasi Konservasi) Jambi. Banyak pengalaman yang ia dapatkan dari lapangan tentang kehidupan Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi.

Dari hasil mengamatan dan dedikasinya pada orang rimba ia menghasilkan sebuah karya tulis yang berjudul "Sokola Rimba, Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba". Awalnya buku ini berasal dari buku catatan hariannya yang disarikan dari pengalaman hidupnya bersama Orang Rimba. Buku ini cukup menarik untuk dibaca, bahasa yang digunakan juga sangat unik, jujur, dan penuh empati. Membaca buku ini seakan kita mendengarkan langsung tuturan Butet Manurung dalam menceritakan kehidupan Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua, Jambi.

Perjuangannya dalam membina anak-anak Orang Rimba dalam rangka memberikan pendidikan tulis baca, Subhanallah... Penuh dedikasi.

Seluk beluk rimba pun ia telusuri untuk mengunjungi para masyarakat rimba yang ada di pelosok daerah. Banyak halangan dan rintangan yang dilaluinya dalam mengemban tugas, namun semua itu dapat dilaluinya dengan baik dengan bantuan orang-orang disekitarnya, hingga akhirnya ia berhasil mengorganisir kelompok kecil dari anak-anak yang ditemuinya disana tentunya dengan pendekatan humaniora.

Jika anda ingin mengenal lebih dekat tentang komunitas orang-orang rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Karya tulis Butet Manurung layak mejadi koleksi perpustakaan pribadi anda...

HAMASAH...
SEMANGAT...

*****

Firman Allah SWT:

"Wahai manusia! sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (QS. Al-Hujurat [49]: 13)

Subhanallah...
All Praises To Allah...


Bukittinggi, 1/2/2011.