Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Sang Murabbi

Bismillah...


Setiap kali saya mendengarkan sebuah lagu yang pernah dinyanyikan oleh Grup Nasyid Izzatul Islam yang berjudul "Sang Murabbi" (artinya Sang Guru) selalu saja secerca semangat/ghiroh muncul kembali kepermukaan dan menguatkan azzam untuk mengikuti jejak Sang Murabbi. Begitu lantang hentakannya, begitu indah syairnya, begitu dalam maknanya...


Saya ingin mematrinya dalam tulisan ini agak dapat menjadi penguatkan dikala azzam mulai melemah, dikala ghiroh mulai merendah, dikala keimanan mengalami keadaan fluktuatif (keadaan naik-turun), agar pesan-pesan dalam lagu ini dapat menguatkan yang lemah, meninggikan yang rendah, dan menyeimbangkan keadaan yang fluktuatif, Aamiiin... :) 

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan mu yang menciptakan... (Al-'Alaq: 1)



SANG MURABBI

Selayaknya... (menarik nafas)
Bagi jiwa-jiwa yang meng-azzamkan dirinya menjadikan da'kwah sebagai laku utama...
Dialah Visi...
Dialah Misi...
Dialah Obsesi...
Dialah yang menggelayuti disetiap desah nafas...
Dialah yang akan mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhan nya kelak...
(Sebuah Puisi)

Ribuan langkah kau tapaki...
Plosok negeri kau sambangi...
Ribuan langkah kau tapaki...
Plosok negeri kau sambangi...

Reff:
Tanpa kenal lelah jemu...
Sampaikan firman Tuhan mu...
Tanpa kenal lelah jemu...
Sampaikan firman Tuhan mu...

Terik matahari...
Tak surutkan langkah mu...
Deru hujan badai...
Tak lunturkan azzam mu...
Ragakan terluka...
Tak jerihkan nyali mu...
Fatamorgana dunia...
Tak silaukan pandang mu...
Semua makhluk bertasbih...
Panjatkan ampun bagi mu...

(Kembali ke Reff)


Duhai Pewaris Nabi...
Duka fana tak berarti...
Syurga kekal dan abadi...
Balasan Ikhlas dihati...

Cerah hati kami...
Kau semai nilai nan suci...
Tegak panji Illahi...
Bangkit generasi Rabbani...

Duhai Pewaris Nabi...
Duka fana tak berarti...
Syurga kekal nan abadi...
Balasan Ikhlas di hati...

*****

Ya Allah... 
Give Me The Power To Do The Great Thing In My Life, Aamiiin... :) 


Bukittinggi, Terbitan awal di catatan fb hari Selasa, tanggal  4/1/2010.

Cangkir Yang Cantik


Bismillah...

Sepasang suami dan istri pergi berbelanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat anak mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si istri kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si suami.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangannya melempar ku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar ku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan memukulku berulang-ulang.
Stop! Stop! Teriakku lagi. Namun orang ini masih saja memukulku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriak ku lagi. Namun orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat ku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai ku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya, Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku teriak sekuat-kuatnya. Namun orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

******

Teman...Aku mengambil cerita ini dari sebuah E-book Motivasi yang pernah diberikan teman terbaikku bernama "Vivta Sabrina". Kisah ini mengingatkan ku betapa hidup ini penuh dengan tempaan-tempaan bermakna setiap saat. Terkadang kita sering merintih, berteriak sekuat-kuatnya akibat tempaan-tempaan yang kita terima tiap harinya. Namun yakinlah teman, suatu saat kau akan tersadar bahwa tempaan itulah suatu saat yang akan mengajarkan kepadamu tentang sebuah kedewasaan, tentang sebuah kebijaksanaan, tentang sebuah makna kehidupan. Suatu saat kau akan tersadar di saat Allah SWT menepatkan mu dimana semestinya engkau layak untuk diletakkan, ketika Allah SWT telah selesai menempamu menjadi sebuah permata yg sinarnya berkilau menerangi orang-orang yang berada didekatnya. Sabarlah teman...kau hanya butuh kesabaran dan ketabahan dalam menjalani prosesnya... :)

Aku ingin berteriak sekuat-kuatnya, "SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT," buat tempaan yang kita hadapi setiap saat dari Allah SWT.

Semoga catatan ini bermanfaat untuk memotivasi diriku, dirimu, dan kita semua... \(^_^)/


Bukittinggi, terbitan awal dari catatan fb tanggal 17/11/2010. 

Rabu, 29 Desember 2010

Kegembiraan Mukmin Itu Terlihat Dari Wajahnya Padahal Kesedihan Berada Dalam Hatinya

Bismillah...

Apabila engkau tidak mampu mencapai apa yang engkau inginkan, maka tidak perlu mengharapkannya lagi dan jangan membantah perbuatan Allah SWT. Apabila Allah SWT mengambil harta benda, keluarga, kesehatan, dan menghancurkan milikmu, seyogyanya engkau tersenyum di hadapan kekuasaan dan kehendak-Nya. Apabila engkau menginginkan dekat dengan-Nya dan murni bersama-Nya, hendaklah engkau berada dalam keadaan tadi (menerima ketetapan-Nya). Apabila hatimu ingin sampai kepada-Nya semenjak engkau masih di dunia, maka sembunyikanlah kesedihanmu dan tunjukkan kegembiraan. Pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Rasulullah SAW bersabda, "Kegembiraan mukmin itu terlihat dari wajahnya, padahal kesedihan berada dalam hatinya". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Sumber: Islamic Motivation

*****

La tahzan, Innallaha Ma Ana...

Jangan bersedih, Allah bersama kita... \(^_^)/


Bukittinggi, terbitan awal di catatan fb tgl 24/12/2010.

Rabu, 22 Desember 2010

Hijab Antara Manusia Dengan Allah (Tausiyah Dari KH. Abdullah Gymnastiar)

 Bismillah...


"Tidak ada hijab apapun antara engkau dengan Allah Ta'ala, akan tetapi yang menjadi hijabnya antara dugaanmu ada lagi sesuatu yang lain di samping Allah." (dari Manikam Kitab Al-Hikam Syekh Ahmad Atailah)

Seorang ahli berkata: makhluk tidak dapat menjadi penghalang dan tidak dapat menjadi perantara. Makhluk hanyalah suatu bayangan, seperti bayangan pohon di dalam air. Bayangan pohon itu tidak dapat menjadi penghalang bagi perjalanan perahu. Oleh karena tidak ada penghalang antara abid dengan ma'bud. Hanya hamba sendiri yang merasa adanya penghalang tersebut dari bayangannya sendiri.

Saudaraku, apapun yang ada itu mutlak hanyalah makhluk Allah SWT, makhluk sesuka Allah, Dia yang menciptakan, Dia Yang Membentuk, Dia Yang Memberi, Dia Yang Akan Mematikan, tidak ada satupun perbuatan makhluk atau manusia yang bisa menghalangi kehendak Allah SWT, Allahu Akbar. Terjadinya persoalan dalam hidup kita adalah kalau kita membesar-besarkan makhluk dan mengecilkan Allah. Ketika atasan dianggap sebagai pemberi rezeki maka terjadilah bawahan menjilat atasan, ketika pembeli dianggap sebagai pemberi rezeki akhirnya justru pedagang ditipu pembeli, ketika suami dianggap sebagai jalan kebahagiaan akibatnya bergantung kepada suami. Makin banyak kita bergantung kepada selain Allah, makin tidak tenang hidup ini, makin turun kualitas akhlak kita, karena posisi yang sebenarnya adalah Allah Pencipta Alam Semesta menciptakan manusia untuk mengabdi kepada Allah yang menciptakan dunia berikut isinya, Allah menciptakan semua, melayani kita supaya kita menghamba kepada Allah SWT.

Jika kita yakin Allah akan mencukupi maka pasti cukup, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, inilah sebenarnya yang berharga. Banyak orang yang tidak pernah mau berlatih, puas hanya dengan jaminan dari Allah, selebihnya kecewa. Kalau kita ingin dicukupi hidupnya oleh Allah, pantangannya hanya satu "Pantang berharap kepada makhluk!" karena Allah Maha Pencemburu, Allah Yang Membagikan rezeki tidak suka makhluknya bergantung kepada makhluk, kalau hamba bergantung hanya kepada Allah "Wamayyatawakkal 'Allallah fahuwa hasbuh": Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). {QS. Ath- Thalaq: 2-3}

Rezeki tidak selalu identik dengan makanan, uang, pujian tetapi kesabaran juga rezeki, Subhanallah. Jadi orang yang banyak rezeki jangan dihitung dari orang yang banyak tabungan, karena tabungan itu dilihat tidak dipegang tidak, rezeki itu adalah bagaimana Allah membimbing kita supaya kita dekat dengan Allah, adakalanya dalam bentuk hutang gara-gara hutang tiap malam menjadi tahajud, adakalanya dalam bentuk disakiti oleh orang lain. Jadi tolong selalu yakini rezeki yang terbesar adalah ketika hijab diangkat menjadi yakin kepada Allah, itulah yang membuat kita terjamin dalam hidup ini.

Allah itu menciptakan kita, dan kita tidak dapat melihat Allah yang sebenarnya, karena yang kita tahu hanyalah makhluk dan makhluk itu lemah, mata kita tidak bisa melihat Allah karena mata ini sangat lemah, melihat jauh saja tidak sanggup, sangat dekat pun tidak kelihatan. Kita bahkan tidak tahu alis kita yang sebenarnya, bulu mata, hidung, yang terdekat dengan mata saja tidak pernah terlihat, pendengaran kita juga lemah. Kita tidak bisa mendengar semuanya, frekuensi yang lebih tinggi ataupun rendah dari kemampuan pendengaran kita, suhu untuk tubuh kita juga terbatas andaikata diberikan suhu yang lebih tinggi ataupun lebih rendah tentu tidak akan sanggup kita menahannya.

Jadi bagaimana mungkin makhluk yang lemah bisa melihat Allah Yang Maha Sempurna, oleh karena itu Allah menciptakan qolbu dan hati inilah sebenarnya yang bisa merasakan kehadiran Allah SWT sepanjang hatinya bersih, andaikata hati kita bersih dapat kita rasakan Allah Yang Maha Menatap, Allah menggenggam langit, Allah menciptakan semuanya agar kita berfikir, "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3: 191).

Saudara-saudaraku, jika kita menginginkan hidup kita tenang maka kita harus terus berjuang membersihkan hati ini. Wallahu A'alam Bishawab...

Sumber : Manajemenqolbu.com

*****

Semoga Tulisan ini bisa menjadi motivasi buat saya untuk memperbaiki diri dan buat saudara-saudaraku yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog ini, Aamiiin... :)


Bukittinggi, 22/12/2010.

Selasa, 14 Desember 2010

Berprestasi Dengan Motivasi

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Salah satu kunci agar kita bisa sukses hidup di dunia adalah motivasi. Makin besar motivasi kita untuk memperbaiki diri dan maju, kemungkinan sukses pun akan kian besar.

Motivasi seseorang sangat ditentukan oleh tingkat harapannya terhadap sesuatu. Karena itu, ada tiga hal yang berkaitan erat denga prestasi, yaitu :

1. prestasi itu sendiri,
2. motivasi, dan
3. harapan.

Prestasi bisa diraih karena adanya motivasi dan motivasi akan tumbuh jika ada harapan.

Banyak manusia lebih sering mengeluarkan alasan ketimbang berbuat. Lebih mengkhawatirkan, semua itu terlahir hanya untuk menutupi kemalasan dan kegagalannya.

Ketika ditanya, misalnya, "Mengapa Anda tidak kuliah?"

Jawaban yang sering muncul adalah tidak punya uang, atau karena orang tua tidak sanggup membiayai, minder, dan sebagainya. Padahal, jika seseorang mau berbuat, semua itu bisa disiasati. Bisa dengan cara berwirausaha, atau mendapatkan beasiswa.

Begitu pula ketika ditanya, "Mengapa tidak mencoba berbisnis?"

Jawaban yang sering terlontar terlihat fatalis: takut gagal, tidak punya modal, banyak saingan, dan sebagainya. Karena itu, jangan heran jika kita tidak pernah maju. Bagaimana mau maju, motivasi untuk maju saja tidak ada?

Sebaik-baik sumber motivasi adalah ridha Allah SWT. Prestasi tertinggi seseorang dalam hal ini adalah mendapatkan surga. Sebaliknya, sumber motivasi terendah adalah dunia. Bila motivasi seseorang hanya tertuju pada dunia, yakinlah bahwa hanya kekecewaan yang akan ia dapatkan.

Seseorang yang berbisnis karena mencari dunia semata, akan kecewa bila bisnisnya merugi. Tapi bagi orang yang berbisnis karena Allah, setiap kegagalan bermakna pengalaman berharga untuk tidak jatuh dalam kegagalan serupa.

Ia juga akan menyadari bahwa semua terjadi karena izin Allah. Ia sadar bahwa keinginannya belum tentu sesuai menurut Allah. Tugasnya hanya meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, perkara hasil ada di tangan Allah sepenuhnya. Inilah hakikat motivasi menuju prestasi yang hakiki. (Ems/MQ).*

sumber : republika online